MENTERI KELAUTAN RI KUNJUNGI LOTIM

  • Jumat, 27 Desember 2019 - 08:55:39 WIB
  • Ary
MENTERI KELAUTAN RI KUNJUNGI LOTIM

SELONG,  Menteri Kelautan dan Perikanan RI.  Edhy Prabowo melakukan kunjungan kerja di Lombok. Didampingi Gubernur NTB Zulkiflimansyah  Edhy meninjau langsung Keramba Jaring Apung (KJA) salah satu tempat pembesaran benih lobster masyarakat Telong-elong, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Bupati Lombok Timur,  H. M. Sukiman Azmy menyambut langsung Menteri Edhy pada Kamis, 26 Desember. Selain meninjau lokasi tersebut Menteri Kelautan  dan Perikanan RI  menyempatkan diri berdialog bersama masyarakat petani nelayan daerah tersebut. Hal ini sebagai upaya pengembangan budidaya lobster ke depan.

Hadir pada acara tersebut, Dirjen Badan riset dan pengembangan Sumber Daya Manusia, Prof. Syarif Wijaya, Kepala Badan Karantina NTB, Dirjen Budidaya Slamet Sugiarto, dan Dirjen Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan RI. dan  Aryo Hanggono, Forkopimda, Kepala OPD, Camat, dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam dialognya Edhy Prabowo menyampaikan pihaknya berkomitmen  untuk membangun komunikasi sebesar-besarnya, seluas-luasnya dengan pelaku usaha di sektor perikanan dan para nelayan, termasuk para pengusaha budidaya. Ia menambahkan, “jangan sampai ada yang mengeluh, jangan sampai ada yang menangis, apalagi menderita.”

Menyinggung Peraturan menteri No. 56 tentang penangkapan dan/atau pengeluaran lobster dan rajungan dari wilayah NKRI, ia mengatakan akan melakukan   evaluasi, sebagai langkah awal menjawab pertanyaan masyarakat. Hal ini pula yang melatarbelakangi kunjungan kerjanya. Permen ini, menurut Edhy, berdampak dari Sabang sampai Merauke, tidak hanya di NTB, dan kunjungan kerja ini menjadi upaya menyerap aspirasi dan masukan dari masyarakat. Ia juga meminta aparat Kepolisian, Danlanud, dan TNI serta Balai karantina melakukan pengawasan, “selama itu (untuk) melakukan pembesaran di keramba silakan saja tidak usah lagi ragu ragu dan takut silakan dulu nanti kita sambil berjalan,” pesannya.

Ditambahkan Edhy, ke depan akan ada pengaturan sehingga lobster dapat berkelanjutan, setidaknya bibit yang mati dapat terkontrol, ”Jangan menangkap benih semaunya, kemudian dibesarkan, tak tepikirkan oleh kita kelanjutan dari budidaya  ke depannya,” ungkapnya. Ia meminta setelah dibesarkan pada usia tiga bulan dua hingga lima persen dikembalikan ke alam guna mencegah kepunahan komoditas ini. Adhy juga berjanji  akan membantu keperluan nelayan.

Ia Juga menyampaikan pesan Presiden Republik Indonesia,  untuk membangun komunikasi dengan nelayan serta  agar membangun industri budidaya perikanan berkelanjutan.

  • Jumat, 27 Desember 2019 - 08:55:39 WIB
  • Ary

Berita Terkait Lainnya