Bupati Minta OPD Serius

  • Rabu, 04 Desember 2019 - 10:34:44 WIB
  • Ary
Bupati Minta OPD Serius

Bupati Lombok Timur H. M. Sukiman Azmy mengingatkan agar OPD yang ada di daerah ini serius terkait serapan anggaran. Dari hasil evaluasi serapan APBD Lombok Timur baru mencapai 85%. Padahal waktu yang tersisa tidak banyak lagi. Hal itu disampaikannya pada Tax Gathering yang digelar KPP Pratama Praya pada Rabu, 4 Desember. Pada kegiatan yang berlangsung di Rupatama 1 Kantor Bupati tersebut Sukiman mengingatkan agar OPD serius untuk menyelesaikannya hingga akhir tahun anggaran 2019 ini. Bupati berharap pada tahun 2020 mendatang OPD dapat segera melaksanakan berbagai kegiatan, mengingat DIPA petikan tahun 2020 sudah diserahkan kepada OPD di akhir tahun 2019.

            Kaitannya dengan pajak, Bupati mengingatkan agar serapan anggaran dapat berbanding lurus dengan jumlah pajak yang disetorkan, dan tidak ditahan oleh OPD hingga tahun anggaran berikutnya, “tidak ada lagi beban kalau (pajak) segera disetorkan. Pajak apa pun,” tegas Bupati. Bupati juga mengaitkan pendapatan pajak dengan peningkatan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat, “tingkatkan kesadaran menjadi pelayan yang baik,” ungkapnya. Bupati bahkan mencontohkan bagaimana pelayanan dapat meningkatkan pendapatan sektor pajak di sejumlah daerah, yang sayangnya belum dapat diterapkan di Lombok Timur. Pajak restoran, misalnya.

            Sementara itu kepada masyarakat Bupati meminta masyarakat meningkatkan kesadaran dalam membayar pajak. Masyarakat juga diminta membedakan pajak dan zakat, di mana zakat merupakan kewajiban sebagai muslim, sementara pajak merupakan kewajiban kepada negara, yang akan menjadi dana pembangunan. Apalagi sebagian besar, bahkan 80% APBN berasal dari pajak.  Tidak heran pula Tax Gathering ini mengangkat tema Pajak Kuat, Indonesia Maju.

Bupati Lombok Timur H. M. Sukiman Azmy mengingatkan agar OPD yang ada di daerah ini serius terkait serapan anggaran. Dari hasil evaluasi serapan APBD Lombok Timur baru mencapai 85%. Padahal waktu yang tersisa tidak banyak lagi. Hal itu disampaikannya pada Tax Gathering yang digelar KPP Pratama Praya pada Rabu, 4 Desember. Pada kegiatan yang berlangsung di Rupatama 1 Kantor Bupati tersebut Sukiman mengingatkan agar OPD serius untuk menyelesaikannya hingga akhir tahun anggaran 2019 ini. Bupati berharap pada tahun 2020 mendatang OPD dapat segera melaksanakan berbagai kegiatan, mengingat DIPA petikan tahun 2020 sudah diserahkan kepada OPD di akhir tahun 2019.

            Kaitannya dengan pajak, Bupati mengingatkan agar serapan anggaran dapat berbanding lurus dengan jumlah pajak yang disetorkan, dan tidak ditahan oleh OPD hingga tahun anggaran berikutnya, “tidak ada lagi beban kalau (pajak) segera disetorkan. Pajak apa pun,” tegas Bupati. Bupati juga mengaitkan pendapatan pajak dengan peningkatan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat, “tingkatkan kesadaran menjadi pelayan yang baik,” ungkapnya. Bupati bahkan mencontohkan bagaimana pelayanan dapat meningkatkan pendapatan sektor pajak di sejumlah daerah, yang sayangnya belum dapat diterapkan di Lombok Timur. Pajak restoran, misalnya.

            Sementara itu kepada masyarakat Bupati meminta masyarakat meningkatkan kesadaran dalam membayar pajak. Masyarakat juga diminta membedakan pajak dan zakat, di mana zakat merupakan kewajiban sebagai muslim, sementara pajak merupakan kewajiban kepada negara, yang akan menjadi dana pembangunan. Apalagi sebagian besar, bahkan 80% APBN berasal dari pajak.  Tidak heran pula Tax Gathering ini mengangkat tema Pajak Kuat, Indonesia Maju.

 

  • Rabu, 04 Desember 2019 - 10:34:44 WIB
  • Ary

Berita Terkait Lainnya